|
Usai dipisahkan, Anggi dan Angeli, bayi kembar siam berusia 15 bulan tetap masih dipantau perkembangannya selama sepekan ke
depan. Jika dalam masa tenggang itu si kembar tidak mengalami komplikasi, mereka dipastikan bebas dari bahaya. Demikian disampaikan
tim dokter bedah Singapura di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura, Sabtu (21/5).
Anggi dan Angeli sukses dipisahkan di RS Gleneagles [baca: Anggi-Angeli Berhasil Dipisahkan]. Keduanya lahir dempet pada bagian
perut hingga alat kelamin dengan satu ginjal dan satu saluran kemaluan yang sekaligus berfungsi seperti anus. Namun kondisi
bayi asal Simalungun, Sumatra Utara, ini masing-masing cuma memiliki satu kaki yang berfungsi. Satu kaki yang lain yang sebelumnya
berada di bagian tengah dan bersatu dengan pinggang dilepaskan. Anggi dan Angeli lahir pada 11 Februari 2004.
Selain tim dokter, orang tua bayi kembar pasangan Subari, pedagang kue getuk lindri, dan istrinya, Neng Harmaini termasuk
yang paling berbahagia atas keberhasilan operasi ini. Maklum, adanya satu organ penting bagi dua bayi ini mengakibatkan operasi
di rumah sakit sempat rumit. Kepala Tim Dokter Edward Kiely mengakui, keberhasilan operasi banyak dibantu oleh penggunaan
anestesi atau pembiusan. Adapun soal biaya operasi yang mencapai US$ 270 ribu atau sekitar Rp 2,5 miliar disumbang oleh seorang
pengusaha Indonesia ditambah kebijakan pengurangan tarif dari dokter.(AIS/Nlg)
|